![]() |
| tukang bubur ayam |
Pak dulu anda jualan bubur ini modal berapa?
Lalu sibapak penjual bubur itu mengatakan saya sebetule ngga punya modal mas, cuma keinginan saya melihat para pedagang bubur ayam kok hidupnya seserhana tapi semua tercukupi, dan bahkan si tarno itu njenengan pasti tau, dia menyekolahkan anaknya 4 ngga pernah telat pembayaran iuran bulanannya mas.
Selain itu juga kehidupannya mas, lebih tentram dari sworang direktur yang bermobil. Dia setiap saat ketemu siapapun pasti bisa bercanda gurau dan tak pernah ragu dengan rejeki esok hari yang akan allah berikan. Dan yang paatinya halal dan benas riba mas.
Perasaanku rasanya mak jleb, wkkkk, harap maklum lah si penjual bubur ini belum tau kalau kesehariannku disebuah lembaga keuangan, yang lebih identik atau presepsi masyarakat itu adalah riba.
Mungkin benar juga apa yang dikata aitukang bubur itu, seberapa besarpun lendapatan yang dihasilkan tanpa adanya keberkahan dari allah, itu ibarat menyiram air kedalam pasir, sekali tuang langsung tidak ada bekasnya.
Setelah panjang lebar sibapak ini menguraikan cerita akhirnya dia mengatakan bahwa modal awal ia berjualan dengan kotak packing telur yang dicuci bersih dan kemudian didesain hingga mampu menampung panci dan peralatan lain untuk usaha bubur ayam.
Sedangkan untuk bahan bahannya diambilkan dari bumbu dapur kesehariannya. Dan ditambah dengan belanja untuk kekurangannya. Sibapak penjual bubur ini kini sudah sukses dalam berwirausaha, sepuluh grobak bubur ayam telah dimiliki, dan 15 karyawan yang menjadi anakbuahnya.
Banyak jalan usaha, mengapa harus tersiksa dengan keadaan yang memaksa.
Advertisement
